Masa-masa Pra Kesuksesan Pak Bob Sadino
Welly AritonangAugust 1, 2018 3:54 am
347
347

Pak Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang sebenarnya hidup serba berkecukupan. Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Pada waktu usianya menginjak 19 tahun orang tuanya meninggal dan dia mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan oleh orangtuanya, dimana ayahnya adalah seorang guru kepala di SMP dan SMA Tanungkarang.

Pak Bob kemudian berencana untuk menghabiskan sebagian hartanya yang didapat dari orangtuanya itu untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya tersebut, Pak Bob singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun.

Di sana, dia bekerja di Djakarta Lylod, kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Dia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya dia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap dia simpan.

Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena dia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Kembali ke tanah air tahun 1967 setelah bertahun-tahun bekerja di Eropa Pak Bob hanya punya satu tekad, yaitu bekerja mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang dia miliki, dia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika dia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.

Karena tidak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp100. Dia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Padahal, kalau dia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob tidak mau istrinya yang bekerja, dia berkata bahwa ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai sosok Pak Bob Sadino sebagai seorang pengusaha?

 

  • Category

  • Follow Us